Kamis, 21 April 2016

OKNUM GURU SMP DI KADIPATEN MAJALENGKA MELAKUKAN TINDAKAN ASUSILA KEPADA SISWINYA


POLRES MAJALENGKA - Oknum guru bernama Yahya Sumantri. Guru salah satu SMP di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka tersebut dilaporkan kepada pihak berwajib karena diduga telah melakukan tindakan asusila kepada salah satu siswinya. Guru yang telah bersertifikasi ini dikabarkan telah melarikan diri, dan sedang dalam pencarian pihak berwajib.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, perbuatan memalukan Yahya ini terjadi di luar lingkungan sekolah beberapa  waktu lalu. Waktu itu, Sabtu (9/4), Yahya dengan dalih ada keperluan yang berkaiatan dengan mata pelajaran kesenian memanggil salah satu siswi, sebut saja Melati.

Tanpa menaruh rasa curiga Melati kemudian mendatangi  guru tersebut. Entah karena apa, siswi kelas VIII tersebut menurut saja ketika dibawa Yahya ke salah satu tempat di kawasan Cipanas Kabupaten Sumedang.

“Pertama saat ditelepon, Melati berasalasan masih di sekolah karena ada kegiatan ekstrakulikuler, namun sampai  sore  dia belum pulang hingga menjelang sholat Mahrib” ungkap salah seorang kerabat korban Cece, Kamis (21/4).

Saat itu pihak keluarga sudah mulai panik dan mencari ke rumah sejumlah temannya. Dari informasi teman korban diketahui kalau Melati keluar bersama Yahya. Untuk memastikan kebenaran informasi yang diperoleh dari temannya, pihak keluarga melakukan crosscek ke rumah Yahya yang masih berada di kawasan Kadipaten.

”Ketika ditanyakan kepada keluarganya, ternyata Yahya juga tidak  ada dirumah. Saat itu kami semakin kuatir, karena handphone Melati juga tidak dapat dihubungi” ucapnya.

Melati kata Cece baru pulang kerumah keesokan harinya, Minggu (10/4)) sekitar Pukul 15.00 WIB. Karena terlihat kelelahan, orang tua Melati tidak banyak bertanya dan membiarkan ketika dia langsung masuk ke kamarnya.

Baru beberapa jam kemudian orang tuanya menanyakan mengapa dia tidak pulang.

“Meski awalnya banyak diam, namun setelah didesak  akhirnya Melati menceritakan semua yang telah diperbuat oleh gurunya selama tidak pulang kerumah,” jelasnya.

Sebelum melakukan tindakan bejatnya Yahya sempat memberI korban segelas minuman. Setelah itu Melati tidak mengetahui lagi apa yang terjadi.

“Dari pengakuan anak saya perbuatan itu tidak dilakukan atas dasar suka sama  suka, sebelumnya Yahya  memberinya minuman segar. Setelah itu dia tidak tahu apa yang terjadi” tambah orang  tua korban yang minta untuk tidak disebutkan namanya.

Pihak sekolah yang dikonfirmasi tentang adanya tindakan tidak terpuji  yang dilakukan oleh oknum guru kepada siswinya tidak membantah. 

“Ini Aib, Yahya adalah salah satu guru disekolah ini, dan kami sangat menyesalkan perbuatan yang telah dilakukan,” ujar Imanul Budi, humas sekolah yang berada di jalur Kadipaten-Cirebon tersebut.

Dikatakanya, pihak sekolah telah mengetahui semua perbuatan yang dilakukan oleh Yahya terhadap salah satu siswinya. Bahkan pihak sekolah bersama keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib.

”Kasus ini sudah kami laporkan, dan pihak sekolah telah menyampaikan penyesalan serta permintaan maaf pada keluarga korban,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga berupaya untuk membantu petugas untuk segera menemukan pelaku yang sejak kejadian tersebut tidak diketahui keberadaanya.


“Tidak tahu ada dimana keberadaan guru tersebut sekarang, keluarga yang mengaku tidak mengetahui keberadaanya sekarang ini.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar