Jumat, 06 Mei 2016

TERSAMBAR PETIR PADA SAAT BERTEDUH DI POHON MANGGA




POLRES MAJALENGKA - pada hari  Jumat 6 Mei 2016 jam 14.00 wib, telah ditemukan orang meninggal dunia karena disambar petir di TKP blok sawah telar tanjung Desa Ampel Kec. Ligung, Korban bernama Darpi bin Karna (50), tani blok sembilan emas Rt 017/Rw 009 Desa Ampel Kec. Ligung.





Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, S.Ik melalui Kapolsek Ligung AKP TOTO SUMARTO, Korban terkena petir ketika sedang istirahat berteduh di bawah pohon mangga, tiba-tiba  petir menyambarnya dan  Korban langsung meninggal dunia di TKP, dengan luka di bagian telinga sebelah kanan keluar darah, bagian punggung sebelah kanan luka bakar.



Kapolsek Ligung AKP TOTO SUMARTO, mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut, tindakan yang dilakukan : cek korban yang Sudah dibawa ke Rumah Sakit, mencatat/Interogasi saksi, pemeriksaan korban oleh Tim Medis Puskesmas Ligung yaitu Bidan Awang, saksi - saksi yang ada di TKP.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Team medis, korban langsung di serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.” Pungkasnya.

PENGGELAPAN KENDARAAN R4 OLEH TEMANNYA SENDIRI




POLRES MAJALENGKA - Warga Blok Rabu Desa Teja Kecamatan Rajagaluh Kabupaten majalengka telah terjadi tindak penipuan atau penggelapan kendaraan R4 oleh temannya sendiri.


Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, S.Ik melalui Kapolsek Rajagaluh Kapolsek Rajagaluh  AKP JAJA GARDAJA, Kejadian bermula pada hari rabu 27 April 2016 sekitar jam 21.00 wib, dirumah Korban An  Saepudin Bin H Sangsang (35) Pegawai Wiraswasta  alamat Blok Rabu Desa Teja Kec Rajagaluh Kab majalengka, Terlapor Pelaku Madi Ozan pretama (26) pegawai Wiraswasta blok jumat Desa Buah kapas Kecamatan Sindangwangi Kab majalengka, telah terjadi tindak pidana penipuan dan atau peggelapan berupa 1 unit mobil Honda Jazz warna silver No Pol E 1468 VC Nosin L15A7-1751945 Noka MHRGE88409J900883 Thn 2009  STNK  a/n Umanta alamat Blok Senin Deas Tarikolot Kec Palasah Kab majalengka.

Yang dilakukan oleh Pelaku Madi Ozan pretama (26) yang merupakan teman korban Saepudin Bin H Sangsang (35) dengan maksud  untuk meminta tolong meminjam mobil tersebut untuk keperluan keluarga selama 1 hari.

Selanjutnya korban Saepudin Bin H Sangsang (35) pun pada saat itu meminjamkannya kendaraan terebut. Kemudian setelah lebih dari 1 hari hingga sekarang korban Saepudin Bin H Sangsang (35), melaporkan tindak penipuan atau penggelapan kendaraan tersebut ke Mapolsek Rajagaluh Polres Majalengka.


Terlapor Pelaku Madi Ozan pretama (26) belum juga mengembalikan mobil tersebut. Kemudian setelah itu terlapor Pelaku Madi Ozan pretama (26) memberitahu korban melalui telepon bahwa mobil Honda Jazz milik korban Saepudin Bin H Sangsang (35) telah digadaikan sebesar Rp. 50.000.000,- terhadap orng lain tanpa sepengetahuan korban sebelumnya.

“Akibat kejadian tersebut korban Saepudin Bin H Sangsang (35) mengalami kerugian sebesar Rp 125.000.000,- Tindak yang dilakukan Membuat LP. mengecek TKP dan membuat Tanda Bukti Laporan.” Pungkasnya.

Rabu, 04 Mei 2016

FAKTOR EKONOMI DAN KONDISI SAKIT MENGAKHIRI HIDUP DENGAN GANTUNG


POLRES MAJALENGKA - Pada hari rabu 4 mei 2016, jam 08.00 wib. diTKP rumah korban Lingk. Margaluyu RT.025/RW.008 kelurahan Cicurug kec/kab. Majalengka telah diketahui meninggal dunia yang mengakhiri hidup dengan gantung diri An. Sdr. CM (80) buru.

Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, S.Ik melalui Kapolsek Majalengka Kota AKP H YAHYA didampingi Kanit Intel Polsek Majalengka Kota AIPDA Heriyawan S. Kronologis kejadian Pada hari rabu 4 mei 2016 sekitar jam 08.00 wib. Saksi yaitu Sdri. IIN SUINAH (35), alamat lingk margamulya rt 025/rw 008 kel. cicurug kec dan kab. majalengka saat akan mengantar makanan untuk korban ke rumahnya.

Kemudian pas didalam rumah melihat korban dalam keadaan menggantung di kayu plafon rumah gubug miliknya, dengan posisi leher terikat kain sarung, posisi kaki terlipat menyentuh lantai. Selanjutnya saksi dibantu dengan warga sekitar memeriksa korban dan diketahui korban sudah dalam meninggal dunia.


Selanjutnya dilakukan proses identifikasi dan pmeriksaan oleh polsek majalengka kota dan puskesmas majalengka wetan yaitu dokter MELVA SITORUS.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa ditubuh korban tidak ada bekas penganiayaan, leher lebam bekas jeratan, anus keluar darah dan alat kelamin keluar cairan.” Ucap dokter MELVA SITORUS

Kapolsek Majalengka Kota AKP H YAHYA menambahkan “Berdasarkan keterangan dari warga sekitar bahwa korban memang mengalami depresi karena ditinggal oleh istrinya pindah rumah sedangkan kondisi korban mengalami sakit mata/tidak bisa melihat. Korban juga beberapa kali mengeluh ingin mengakhiri hidupnya karena ditinggal istrinya dalam kondisi sakit/tidak bisa melihat.”


“Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai takdir. Selanjutnya korban akan dimakamkan di TPU Kel. Cicurug kec majalengka.” Pungkas Kapolsek Majalengka Kota AKP H YAHYA

Selasa, 03 Mei 2016

DUKUN CABUL BERHASIL DI GARUK POLISI POLRES MAJALENGKA


POLRES MAJALENGKA - Unit PPA Polres Majalengka berhasil mengamankan Pelaku Dukun Cabul kasus persetubuhan anak  dibawah umur dengan Tersangka An. KDN (64) alamat blok senin Desa wanasalam kec. ligung dengan korban YY N (17).

Berdasarkan dari Laporan Polisi Nomor : Lp / 277-277/ B /V/2016/JBR/RES mljk Tgl 3 Mei 2016. Pelapor sdr. TT K bapak kandung korban sdri. YY N (17), Terlapor/Tersangka sdr. KDN (64).

Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, S.Ik, melalui Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP REZA ARIFIAN, S.Ik, mengatakan Kronologis Kejadian pada sekitar bulan juni 2014 pukul 20. 30 wib. di rumah Bapak Sarim (tetangga korban) alamat blok Selasa Desa Wanasalam Kec. Ligung Kab. Majalengka, telah datang Tersangka KDN (64) yang menawarkan jasa memandikan anak agar anak terbersih dari kotoran dan menjadi banyak rezeki.

Setelahnya bapak kandung korban mengantar anaknya untuk dimandikan meminjam kamar mandi pak sarim. Tersangka KDN (64)  pun membawa korban ke kamar mandi untuk dibersihkan namun dengan syarat korban harus disetubuhi dan korban tidak boleh lapor kepada siapapun. Entah lantaran takut atau dibawah pengaruh hipnotis, Korban YY (17) hanya bisa menuruti. Bahkan menurut keterangan Korban YY (17), perbuatan itu terus terjadi hingga sampai 7 kali berhubungan badan yang dilakukan oleh sang dukun tersebut.

“Sampai akhirnya, Korban YY (17) melahirkan seorang bayi 13 april 2016 atas pelecehan sang dukun tersebut.” Ucap AKP REZA ARIFIAN, S.Ik.

Selanjutnya untuk Kejadian Pencabulan anak dibawah umur tersebut mengamankan barang bukti, buku persalinan, dan Baju saat di setubuhi.


“Tersangka KDN (64), setelah dilakukan penangkapan, selanjutkan di proses secara hukum, sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya.” pungkas Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP REZA ARIFIAN, S.Ik.

PENCABULAN DUKUN SETUBUHI ANAK DIBAWAH UMUR HINGGA MELAHIRKAN


POLRES MAJALENGKA - Unit PPA Polres Majalengka dalam penanganan kasus persetubuhan anak  dibawah umur dengan Tersangka An. KDN (64) alamat blok senin Desa wanasalam kec. ligung dengan korban YY N (17).

Laporan Polisi Nomor : Lp / 277-277/ B /V/2016/JBR/RES mljk Tgl 3 Mei 2016. Pelapor sdr. TT K bapak kandung korban sdri. YY N (17), Terlapor/Tersangka sdr. KDN (64).

Maksud hati hendak meningkatkan ekonomi dan menambah rezeki, salah seorang warga Blok Selasa Desa Wanasalam Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, justru mengadu nasib ketangan seorang dukun. Namun naas, dengan alasan ritual ghaib, sang dukun malah melakukan hubungan badan bahkan berkali kali terhadap anak dari pasiennya.

Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, S.Ik, melalui Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP REZA ARIFIAN, S.Ik, membenarkan telah menerima laporan kasus persetebuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh Tersangka KDN (64) terhadap korban sdri. YY N (17), warga Desa Wanasalam Kecamatan Ligung. Setelah melakukan Pemeriksaan terhadap saksi-saksi diantaranya YY N (17) (korban), TT K (bapak korban), O A (ibu korban), T S (kaka korban).

Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP REZA ARIFIAN, S.Ik, mengatakan Kronologis Kejadian pada sekitar bulan juni 2014 pukul 20. 30 wib. di rumah Bapak Sarim (tetangga korban) alamat blok Selasa Desa Wanasalam Kec. Ligung Kab. Majalengka, telah datang Tersangka KDN (64) yang menawarkan jasa memandikan anak agar anak terbersih dari kotoran dan menjadi banyak rezeki.

Setelahnya bapak kandung korban mengantar anaknya untuk dimandikan meminjam kamar mandi pak sarim. Tersangka KDN (64)  pun membawa korban ke kamar mandi untuk dibersihkan namun dengan syarat korban harus disetubuhi dan korban tidak boleh lapor kepada siapapun. Entah lantaran takut atau dibawah pengaruh hipnotis, Korban YY (17) hanya bisa menuruti. Bahkan menurut keterangan Korban YY (17), perbuatan itu terus terjadi hingga sampai 7 kali berhubungan badan yang dilakukan oleh sang dukun tersebut.

“Sampai akhirnya, Korban YY (17) melahirkan seorang bayi 13 april 2016 atas pelecehan sang dukun tersebut.” Ucap AKP REZA ARIFIAN, S.Ik.

Selanjutnya untuk Kejadian Pencabulan anak dibawah umur tersebut mengamankan barang bukti, buku persalinan, dan Baju saat di setubuhi.


“Dan tindakan  selanjutnya, Telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban, dan dilakukan pemeriksaan saksi orang tua korban, Kami dari pihak Kepolisian Polres majalengka, akan dilaksanakan proses penangkapan terhadap Tersangka KDN (64)” pungkas Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP REZA ARIFIAN, S.Ik.

Rabu, 27 April 2016

SUAMI NEKAT ANIAYA ISTRI HINGGA TERLUKA DAN PINGSAN



POLRES MAJALENGKA - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dengan alasan cemburu dan tidak mau bercerai, E ST (40) aniaya istrinya TT S (33) warga Blok Sabayu RT 01/01 Desa Baturuyuk, Kecamatan Dawuan Majalengka hingga pingsan dan mengalami luka cukup serius dan harus mendapat perawatan di RS Cideres. Akibat hantaman helm pada bagian kepala Tati.

Tersangka E ST (40) sendiri sudah diamankan di Unit PPA Polres Majalengka bersama barang bukti berupa helm yang pecah, pisau lipat yang saat kejadian dipergunakan untuk mengancam korban istrinya TT S (33) serta HP milik korban yang rusak akibat dibanting tersangka.

TT S (33) mengalami luka lebam di bagian pundak, serta benjolan di kepala bagian kanan hingga yang bersangkutan tak mampu menggerakan kepalanya, selain itu luka memar di bagian perut akibat tendangan dan pukulan. Korban kini terus mengalami mual dan muntah bila terlalu banyak bicara.

Menurut keterangan Tati dan kakak kandungnya Neneng (40), aksi kekerasan yang dialami TT S (33) ini terjadi Selasa 26 april 2016 sekitar pukul 14.30 WIB sepulang bekerja di pabrik garmen, saat itu suami korban E ST (40) yang kesehariannya bekerja sebagai pengamen jalanan dan ketua kampung di Desa Gunungsari, Kecamatan Kasokandel ini menunggu istrinya di depan pabrik. Begitu TT S (33) keluar dia langsung membentak minta agar sepeda motor TT S (33) segera diambil.

Begitu sepeda motor diambil  tersangka E ST (40) berusaha merebut kemudi namun TT S (33) bertahan. E ST (40) pun segera naik sepeda motor sambil menodongkan pisau lipat ke arah pinggang TT S (33)  sambil  terus menunjukkan arah agar dia terus melaju, begitu tiba di Desa Mandapa tepatnya di hutan milik Balai Kehutanan Sawala, arah kemudi dibelokan tersangka E ST (40) ke hutan. Disanalah TT S (33) disiksa, bagian kepalanya dan lehernya digebuki menggunakan helm, wajahnya ditampar, bagian perut dan pinggangnya ditonjok serta ditendang hingga tak berdaya, setelah itu kepalanya dimasukan ke lumpur.

Saya tak bisa berteriak karena diancam akan dibunuh, namun saat dia pergi entah kemana saya minta tolong dan ada orang yang memberikan pertolongan,” kata Tati yang sudah 13 tahun menikah dan dikaruniai 1 anak.

Begitu mendapat pertolongan suaminya E ST (40) kembali  dan mengantarkannya ke rumah sambil ditemani warga karena korban TT S (33)dalam kondisi pingsan. Saat itu pula korban TT S (33) segera dilarikan ke UGD Rumah Sakit Cideres untuk mendapatkan perawatan.

Sementara tersangka E ST (40) nyaris menjadi bulan-bulanan keluarga TT S (33) dan warga, karena warga mengetahui kalau tersangka ST (40) kerap menganiaya istrinya.

“Dia sudah sering menganiaya saya, namun saya tak berani melapor ke polisi, kasian anak khawatir diolok-olok temannya kalau bapaknya dipenjara. Akhirnya apapun yang saya pendam. Sejak dua bulan terakhir saya sudah pisah ranjang dengan suami, tapi saat minta bercerai E ST (40)  kembali mengancam akan membunuhnya,” terangnya.

Dia mengatakan kalau suaminya tersebut adalah pengangguran, pekerjaanya judi dan minta uang, bila tidak dikasih maka tersangka selalu menganiaya dan mengancam akan membunuh.

“Harusnya adik saya ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit, namun pulang paksa,” kata Neneng.

Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, S.Ik melalui Kapolsek Dawuan IPDA WAWAN SETIAWAN membenarkan adanya aksi penganiayaan yang dilakukan Terangka E ST (40)  terhadap istrinya TT S (33) dan kejadiannya di hutan bilik BLK. Hanya menurutnya karena kasusnya KDRT akhirnya dilimpahkan ke PPA Polres Majalengka.


“Berdasarkan keterangan sementara aksi penganiayaan ini dilatarbelakangi cemburu, istrinya minta cerai suaminya menolak untuk berpisah. Lebih lanjut kasus ini ditangani Polres majalengka.” tutupnya.

Selasa, 26 April 2016

PRESS RELEASE POLRES MAJALENGKA PERKARA PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN



POLRES MAJALENGKA – Pada hari Selasa 26 april 2016, jam 15.30 WIB, Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP REZA ARIFIAN SH, SIK, serta anggota sat Reskrim melaksanakan Press Release 2 (Dua) Tersangka Perkara Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan di halaman Sat Reskrim Polres Majalengka.

Dasar : Laporan polisi nomor : LP/260-09/B/IV/2016/JBR/Res Majalengka,tanggal 23 April 2016.
waktu kejadian : hari Jumat tanggal 24 April 2016 sekitar jam 19.15 wib bertempat diblok Rebo rt 01 rw 04 desa jatiwangi kec jatiwangi kab.majalengka.

Korban Ny. Ilah Sailah penduduk dusun kliwon Rt.03/Rw.05 Desa Surawangi Kecamatan Jatiwangi Kabupatan Majalengka.


Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, SI.K melalui Kasat Reskrim AKP REZA ARIFIAN SH, S.Ik, mengatakan Tersangka mengambil 1 (satu) unit sepeda motor merk/type Honda Beat  NC11B3C th 2011 Nopol : E 5365 WO warna biru Noka : MH1JF512BK058357 Nosin : JF51E2053105 yang sedang parkir didepan rumah tidak dikunci setang,diambil dengan cara didorong.

“Untuk kronologisnya, ketika pada hari Jumat tanggal 24 April 2016 diketahui sekitar jam 19.15 wib diblok Rebo rt.01/rw. 04 desa jatiwangi kecamatan jatiwangi kabupaten majalengka telah terjadinya pencurian dengan pemberatan berupa 1 unit sepeda motor merk / type honda beat warna biru NC11B3C th 2011 nopol: E 5365 WO Noka.MH1JF512BK058357 Nosin.JF51E2053105 milik Sdr. ilah Sailah penduduk dusun kliwon Rt.03/rw.05 desa Surawangi Kecamatan jatiwangi kabupaten majalengka yang dilakukan tersangka MS dan tersangka RS.” Ucap AKP REZA ARIFIAN S.H., S.Ik.

Tersangka MS (20) Alamat Desa Bongas Wetan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka dan RS (20) alamat desa garawangi kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan yang dilakukan terhadap tersangka. MS (20) diketahui bahwa tersangka juga telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan diantaranya :
·         Pencurian dirumah desa Sindang kecamatan sukahaji kabupaten majalengka.
·         Percobaan pencurian rumah didesa balagedog kecamatan sindangwangi kabupaten majalengka.
·         Pencurian Dengan Kekerasan (jambret) Tepatnya didepan garment desa Sukaraja kecamatan jatiwangi kabupaten majalengka.
·         Pencurian Dengan Kekerasan (jamret) dijalan raya blok kapur desa sutawangi kecamatan jatiwangi kabupaten majalengka.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan dan pengembangan yang dilakukan terhadap tersangka RS (20) dirinya baru pertama kali melakukan pencurian sepeda motor tersebut atas ajakan tersangka ( MS ).



Barang bukti yang sudah diamankan :

1.      1 (satu) unit sepeda motor merk/ type  Honda Beat NC11B3C th 2011 nopol E 5365 WO warna biru Noka.MH1JF512BK058357 Nosin.JF51E2053105.
2.      1 (satu) buah kunci kontak.
3.      2 (dua) lembar kwitansi bukti cicilan bank besar finance.
4.      1 (satu) lembar sertifikat asuransi Bank Bess finance.
5.      1 (satu) lembar bukti jaminan BPKB Bank Bess finance.
6.      1 (satu) lembar kartu angsuran Bank Bess finance.


“Tersangka MS (55), dan tersangka RS (55) dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 tahun penjara.” pungkas Kasat Reskrim AKP REZA ARIFIAN SH, S.Ik.