Kamis, 12 Maret 2009

HOT NEWS

Kamis, 12 Mar 2009

d7208503d3dd6d876cb32b893da12738

TASIKMALAYA – Seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Pendidikan Rawat Gigi (STPRG) Kota Tasikmalaya, nyaris saja menjadi korban perkosaan tiga awak angkot 010 jurusan Gobras-Cikurubuk, Rabu (11/3) petang. Untung saja korban yang dibekap sempat menggigit tangan salah seorang pelaku dan akhirnya menjerit-jerit meminta tolong.

Korban yang berparas cantik, sebut saja Yanti (20), warga Kampung Lumbungsari, Desa Lumbung, Kecamatan Kawali, Ciamis, hingga semalam masih dimintai keterangannya oleh petugas Polsekta Tamansari. Sementara salah seorang tersangka pelaku, Kau (20) berhasil dibekuk dan diamankan di sel Polsekta. Puluhan kerabat dan tetangga korban tampak masih berkerumun di Mapolsekta.

Kedua orang tua korban juga ada di Mapolsekta. Mereka tampak terpukul. “Tidak menyangka sama sekali putri kesayangan kami sampai mengalami peristiwa teror tersebut. Namun alhamdulillah Allah masih memberikan perlindungan, sehingga Yayang (panggilan akrab yanti, Red) bisa selamat,” lirih Ujang, ayah kandung korban yang juga anggota Polsek Panjalu, Ciamis.

Yanti sendiri mengalami luka-luka. Kedua matanya lebam karena sempat ditekan oleh jari para pelaku. Dari mulut juga keluar darah setelah jari pelaku lainnya dimasukkan ke dalam mulut itu agar korban tak bisa berteriak. Tapi justru karena jari masuk itulah, korban bisa menggigit dan setelah jari lepas ia menjerit-jerit meminta tolong.

Peristiwa yang nyaris saja merenggut kehormatan Yanti terjadi ketika ia keluar dari asrama kampus bermaksud memperbaiki ponsel di Jalan Perintis Kemerdekaan. Tak lama datang angkot 010 bernopol Z 1928 HM dan korban pun naik. Di dalam selain ada sopir dan kernet juga ada seorang pemuda lainnya.

Di perjalanan angkot berhenti dan sopir pindah ke belakang. Sementara kemudi diambil alih kernet. Tiba-tiba mobil dibelokkan ke jalur sepi. “Saya sempat bertanya dan dijawab akan memotong jalan,” tutur korban terbata-bata kepada //Tribun// di Mapolsekta semalam. Darah tampak masih menempel di baju dan celana panjangnya.

Tiba di daerah sepi, angkot tiba-tiba berhenti dan tanpa ampun ketiga orang itu langsung berupaya memperkosa korban. Ketiga pelaku kewalahan karena korban sekuat tenaga meronta. Hanya saja ia tak bisa berteriak karena keburu dibekap dan kedua matanya ditekan. “Tapi tiba-tiba saya merasakan ada jari ditusukkan ke mulut. Langsung saya gigit dan terlepas. Kemudian berteriak meminta tolong,” ungkap korban.

Warga sekitar yang mendengar teriakan histeris itu segera berlarian menuju lokasi. Kernet yang memegang kemudi berupaya tancap gas. Tapi diduga panik angkot akhirnya berhenti lagi setelah menabrak pohon. Setelah mengetahui apa yang terjadi, massa segera menolong korban dan mengamankan seorang tersangka. Sedang dua lainnya berhasil kabur.

Tersangka Kau malam itu juga dibawa petugas untuk menunjukkan alamat dua tersangka lain. Tapi setelah didatangi petugas, keduanya sudah menghilang. Tersangka yang dibawa kembali ke Mapolsekta nyaris diamuk massa yang masih menunggu. Namun petugas Polsekta berupaya keras melakukan pencegahan.

“Kedua tersangka lainnya akan terus kami buru. Identitas serta alamatnya sudah diketahui,” ujar Kapolsekta Tamansari, AKP Indra Budi. Data dari Mapolresta Tasikmalaya menyebutkan, angkot tersebut baru dua hari diambil dari Mapolresta karena sebelumnya menabrak orang hingga tewas. (stf)(sumber:tribunjabar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar